tanah peresapan, tempat semuanya berakhir...
___________________________________

Wednesday, May 14, 2008

saya melanggar janji untuk tidak berkunjung ke sini lagi. setahun telah berlalu, rupanya. seperti waktu kecil ketika kami mengunjungi rumah Perumnas setelah membiarkannya terbengkalai sekian lama. Semak rerumputan meninggi, cat kusen terkelupas dihempas hawa, dan dinding yang dipenuhi grafiti gambar hati yang dibuat oleh anak-anak kecil dari gerusan batu bata merah.

entah apa namanya perasaan itu. tidak juga sedih. marah pun tidak. seperti ketika rumah Perumnas kami yang akhirnya hilang, disita bank untuk membayar hutang Bapak. Itulah bayaran "kebaikannya" untuk melindungi atasan yang khianat.

saya hanya datang berjalan-jalan, melihat-lihat. sesekali ini saja.