tanah peresapan, tempat semuanya berakhir...
___________________________________

Monday, November 27, 2006

tolong ringankan beban berat anak ini...

[saya forward email Mas Dayat dari milis internal kantor saya. Mungkin ada yang bisa membantu. Thanks. ]


Salam teman-teman,
Aku bertemu dengan ibu dan anak ini di seputaran senayan ketika jogging. Dan pandangan mataku langsung terhenti ketika melihat ibu ini bersimpuh di aspal sembari memangku anaknya yang rebah dan menjerit jerit menangis dengan suara pelo (suara yang tidak normal, aneh).

Raut muka anak yg rebah dipangkuan ibundanya ini melenceng tidak lurus seperti halnya muka org terkena stroke parah. Gerakan tubuhnya tersentak-sentak tanpa terkendali. Ketika didekati barulah kelihatan jelas bahwa anak ini memang bukan anak normal kebanyakan. Matanya tidak lurus sama seperti mukanya yang menceng. Tangannya terlipat keras membentuk lipatan seperti capit kepiting, juga kedua kakinya. Tubuh anak ini “rusak”, kejang kejang hebat tanpa bisa dikendalikan oleh dirinya.

Anak malang ini bernama Fahmi.
Dia sudah 7 tahun menderita radang selaput otak sejak usia 3 tahun (sekarang umur 10 tahun). Waktu sepanjang itu membuat bagian kaki dan tangannya tidak bisa dengan baik (selain tidak bisa dikontrol oleh dia sendiri).

Ibundanya Susi Susanti mengatakan bahwa mereka tidak mempunyai biaya pengobatan untuk Fahmi kecil. Di depan kaki Ibu Susi tergeletak beberapa lembar surat rumah sakit yg menunjukan kebenaran kondisi sakit Fahmi Untuk pengobatan radang selaput otak, operasi ini hanya bisa dilakukan di Singapura. Menurut ibunya, dokter mengatakan, penyakit ini sudah membuat komplikasi hingga ke jantung dan ginjal Fahmi. Dan hanya di singapura bisa diobati.

Selama pembicaraan, aku liat matanya ibu Susi, dan mendengarkan dengan baik penjelasan si Ibu yang diselingi dengan teriakan tangis (atau ingin bersuara) si Fahmi yang tidak jelas kedengaran seperti suara manusia normal bicara. Si ibu berkali bilang: "Ya sayang ini mama, kita pulang, kita pulang..."

Dia di Senayan "terpaksa" meminta-minta karena uang sudah habis untuk membeli obat mengurangi sakit kejang kejang si Fahmi. Biaya resep obat yg belum ditebus adalah sekitar Rp.1.000.000. Ini hanyalah biaya mengurangi rasa sakit dan kejang anaknya, bukan penyembuhannya.

Aku sempat meminta alamatnya, sbb:

Jl. Waringin Kurung gang Resik, RT 06/ RW 04, no 49
Kramat Watu, Serang.


Ybs tidak punya telp atau HP. Tapi adiknya ibu Susi punya, yakni hub: Adinanda 0813-172-47- 500

Selesai pembicaraan kami, ibu ini berdiri menggendong Fahmi. Dia akan pulang ke Serang. Sejak pagi tadi mereka duduk di area jogging trek Senayan, beberapa pengunjung yang iba dan mau berbaik hati meyisihkan uangnya untuk pengobatan si Fahmi, mereka mampir untuk menyapa ibu dan anak ini.

Sebelum pulang aku menutup perjumpaan ini dengan mengambil foto mereka berdua.

Jika kita memang gak punya uang, tapi kita punya kekuatan sebagai wartawan untuk memberitakan ini.
Dan semoga berita yg kalian buat nantinya akan menolong meringankan Fahmi walau hanya sepenggal jalan hidupnya.

Amin

Thanks 4 ur kind att.

Hidayat SG
News Transtv Jakarta

ps: bakal calon Gubernur Banten, mau bantu gak ya?