tanah peresapan, tempat semuanya berakhir...
___________________________________

Thursday, July 20, 2006

Rehat

Hanya jeda sehari sepulangnya dari perkampungan Suku Anak Dalam di Jambi, siang ini sudah harus berangkat lagi. Bukan assignment, kali ini proyek rindu. Waktu masih di Kerinci, Bapak -lewat telpon- minta dibawakan emping melinjo. Mungkin tidak baik bagi kesehatannya, tapi menuruti sedikit keinginannya tak apa-apalah.
Dan tadi pagi ketemulah emping melinjo itu atas bantuan Desan yang baik hati. Sekarang sudah dimasukin carier dan semoga tidak rusak sampai di Bone.

Dari Jambi kemarin tidak bawa banyak, hanya dua botol pasir seperti biasa; dari Taman Nasional Bukit Duabelas dan Taman Nasional Kerinci Seblat.
Pasir untuk dibagi dengan seseorang yang menyimpan telaga di matanya: seperti mimpi tentang rumah yang tak perlu menjadi rel kereta api.