tanah peresapan, tempat semuanya berakhir...
___________________________________

Tuesday, May 02, 2006

Pram

Dulu waktu buku-bukunya masih dilarang, aku dan teman-teman sering mencuri-curi membacanya di perpustakaan UKPM. Buku fotokopian itu, tebal dan bersampul merah, diterbitkan di Kuala Lumpur. Negara orang lain. Karena negaranya sendiri tidak mau mengakuinya. Seperti kata Yati, dia memang seorang budayawan tiri, dan kiri pula.

Sekarang dia telah pergi. Tenang. Tak lagi menyala membakar. Seperti kegemarannya mengumpulkan sampah dedaunan tetangga-tetangganya lalu membakarnya di halaman rumahnya sendiri. Mungkin karena hanya itu hiburannya, setelah keterasingan yang panjang. Seperti jalan ke Surga.