tanah peresapan, tempat semuanya berakhir...
___________________________________

Friday, January 20, 2006

Hujan dan Angin

Beberapa hari ini hujan turun suka-suka. Lewat di Gang Damai jadi sering mendengar rumpi bernada keluh ibu-ibu rumahan. Ibu-ibu yang sering kulihat dengan daster yang sama baik ketika lewat berangkat maupun pulang kantor.
"Itu belum kering-kering juga lho, Bu, padahal jilbab tipis gitu doang," kata seorang ibu.
"Iya, kalau tahu gini tadi nggak nyuci jaket adik saya itu," kata seorang ibu yang lain.
Padahal siapa yang bisa menerka cuaca, yang kadang berlaku seperti perempuan: agak susah dipercaya.

Angin juga tidak terlalu bersahabat. Berjalan kemana saja seolah-olah mau terbang, mungkin memang bisa terbang seandainya pakai celana dalam di luar dan jubah seperti punya superman.
Air mancur di depan lobi kantor juga jadi ikut serba salah, butir-butir airnya sering terbawa angin hinggap di mulut dengan rasa-rasa asin. Tadi siang malah meluber lagi, memberi kerjaan tambahan bagi cleaning service. Jangan sampai mobil mewah Pak Direktur selip dan luntur semir ban-nya.