tanah peresapan, tempat semuanya berakhir...
___________________________________

Tuesday, December 20, 2005

Cerita Pagi

kata-kata berhentilah menguap
hilang,
pikiran bekerjasamalah dengan jari jemari
biar kutulis sepotong cerita untuknya

(dari http:nyanyian-perjalanan.blogspot.com)


...

"Cerita lagi...," pintamu sore kemarin sebelum berangkat ke pulau. Tapi aku sudah kehabisan cerita. Kamu bilang akan pulang pagi ini, dan aku janji akan cerita lagi sepulangmu. Pagi ini, akhirnya, ada sepotong cerita untukmu (tapi kamu belum pulang dari pulau):

Kamera, tripod, mike, dan sebagainya itu masih tergeletak di meja KD. Sudah siap sejak pagi tadi. Di ruang logistik tadi, Andi meng-sms-ku. Mas, brngkt liputannya jam 10 saja ya, msh nunggu listrik nyala n air...
Di RS Persahabatan Rawamangun, ada bocah sekarat habis disiksa oleh bapak kandung dan ibu tirinya. Ibu kandungnya baru pulang dari kerja jadi TKW dan mendapati anaknya sudah terkapar sekarat dengan tulang rusuk patah. Konon, itu gara-gara dia minta dibelikan baju baru dan sandal.
Kemarin kami tidak jadi liputan, persediaan kamera di logistik habis. Dari omong-omong di rapat kemarin, Andi bilang berniat membelikan dia baju dan sandal.

Tapi sepertinya kami tidak jadi jalan pagi ini. Tidak sempat bertemu bocah itu juga. Dapat kabar dari RS, tadi malam dia meninggal, dan sudah dibawa lagi ke kampungnya di Grobogan.


Begitu ceritanya. Dan aku rasa mataku menjadi hangat.