tanah peresapan, tempat semuanya berakhir...
___________________________________

Monday, December 05, 2005

Cacat

Ada suatu masa kecacatan dan ketidakberdayaan seseorang menjadi menarik untuk dipertontonkan. Orang-orang lumpuh, buta, gila terpasung, idiot, dan sebagainya berkeliaran di layar kaca. Memperindah layar untuk menangguk iklan. Kadang-kadang mereka dikasihani dan setelahnya sang kreator merasa menjadi pahlawan yang baik budi. Jasa telah sampai dan "kebaikan" telah tersalurkan, pada mereka yang dicap cacat. Tapi sebenarnya siapa yang cacat?
Seorang guru purba pernah berkhotbah, katanya; tak ada yang bercacat selain pikiran. Hanya mereka yang jahat dan senang berbahagia di atas kepedihan orang lain, yang patut disebut cacat!