tanah peresapan, tempat semuanya berakhir...
___________________________________

Friday, December 09, 2005

Bayi


Pekerjaanku hari ini tak ada hubungannya dengan persalinan. Tapi malam tadi aku berada di depan ruangan kaca di sebuah rumah bersalin kecil di pinggiran kota, dan melihat keajaiban --tentang kehidupan yang sinambung.

Bayi di dalam kotak penghangat itu begitu lucunya. Dia sendirian. Entah bayi siapa. Ada nama ibunya ditulis di karton di luar kotak itu, tapi tak tertangkap jelas oleh mataku yang miopi. Seorang perawat baru saja menyelimutinya, dan memberinya susu dari botol.
Sudah lama sekali aku tak melihat bayi. Hampir lupa seperti apa wajah mereka bila menguap atau menangis minta susu.
Tiga orang adik yang lahir setelahku juga aku tak ingat seperti apa tampang mereka ketika bayi. Samar-samar, dan tiba-tiba saja mereka sudah besar dan berani ngajak berantem.

Dan bayi di dalam kotak itu betapa damai tidurnya. Aku menebak-nebak apa yang dipikirkannya. Ada penyair yang pernah menulis tentang bayi --lebih tepatnya bertanya: Mahluk mungil... mahluk mungil, dari mana kau berasal, dan hendak ke mana? Seperti pertanyaan seorang tua yang gelisah.

Hari ini pertama kali dia menghirup udara dan merasai bumi. Semoga hidupnya bahagia. Hingga aku meninggalkan rumah bersalin itu, tak sempat aku tahu nama orang tuanya. Padahal mungkin suatu hari kami akan bertemu, lalu aku yang tua akan bertanya padanya, "Hei, apa kabarmu? Sudah kemana saja melihat dunia? Dan setelah semua yang kau temui itu, apa kamu juga menganggap dunia ini kejam?"

[::coretan suatu malam yang gerimis di Rumah Bersalin Depok Jaya; untukku, dan teman2 di program KD::]