tanah peresapan, tempat semuanya berakhir...
___________________________________

Thursday, October 06, 2005

Berita dari Pontianak


Aku punya penyakit maag, mulai kena sejak zaman bikin skripsi dulu. Awalnya karena pola makan yang buruk. Bermalam-malam begadang, perut kadang hanya diganjal kopi dan indomi. Jadilah mekanisme penolakannya dengan menyampaikan sedikit perih. Sampai sekarang masih sering kambuh, biasanya kalau habis minum softdrink terlalu banyak.

Tentu, meski perih, penyakit maagku pasti tidak semenderita Pak Supardi, seperti yang dilaporkan oleh koresponden Adi Saputro dari Pontianak. Berikut laporannya:


SLUG :SEORANG BAPAK JATUH TERSUNGKUR SAAT AMBIL DANA KOMPENSASI BBM
REP/CAM : TTK 36/ M0 121996
STOCK SHOOT: 00.11.29 - 00.14.22
FLIGHT: GA 505, DARI PONTIANAK PUKUL 17.00 WIB
DAY/ DATE: RABU/ 5 OKTOBER 2005

(LEAD IN)
PENYALURAN DANA KOMPENSASI BBM BAGI MASYARAKAT MISKIN DI PONTIANAK/ KALIMANTAN BARAT/ BERJALAN TERTIB DAN LANCAR/ NAMUN SEORANG BAPAK YANG BARU SAJA MENGAMBIL DANA KOMPENSASI BBM/ TIBA-TIBA JATUH TERSUNGKUR// BAPAK INI TAMPAK MERINTIH KESAKITAN SESAAT SETELAH MENGAMBIL DANA KOMPENSASI BBM TAHAP PERTAMA SEBESAR Rp. 300 RIBU// IA MENGALAMI SAKIT MAAG KRONIS// NAMUN KARENA PENGAMBILAN DANA KOMPENSASI BBM TIDAK DAPAT DIWAKILI/ BAPAK INI TERPAKSA HARUS MENGAMBIL SENDIRI DANA KOMPENSASI BBM DI LOKET/ KANTOR PT. POS INDONESIA/ CABANG PONTIANAK//

(PKG/ROLL)
SUPARDI (50)/ BAPAK BERANAK EMPAT INI MENANGIS SETELAH MENERIMA DANA KOMPENSASI BBM YANG DIBAGI SERENTAK KEPADA MASYARAKAT MISKIN MULAI HARI INI//

SUPARDI/ SALAH SATU KEPALA KELUARGA KELUARGA MISKIN INI BUKAN SEDANG TERHARU KARENA MENERIMA DANA KOMPENSASI BBM// IA BERURAI AIR MATA KARENA KESAKITAN AKIBAT PENYAKIT MAAG KRONIS YANG DIDERITANYA//

KHALIS (17)/ ANAKNYA/ SEBENARNYA SUDAH BERUSAHA MEMBUJUK AYAHNYA UNTUK TIDAK MENGAMBIL DANA KOMPENSASI BBM PADA HARI INI// TAPI KARENA DANA ITU MENDESAK DIPERLUKAN/ SUPARDI DENGAN DITEMANI ANAKNYA INI PERGI MENGAMBIL DANA KOMPENSASI BBM SEBESAR Rp. 300 RIBU//

NAMUN USAI MENGAMBIL DANA KOMPENSASI BBM ITU/ SUPARDI MENDADAK ROBOH// IA TAK SANGGUP LAGI BERJALAN/ KARENA SELAIN MENDERITA MAAG KRONIS/ SUPARDI JUGA MENDERITA STROKE//

KOMPLIKASI PENYAKIT INI TELAH DIDERITA SUPARDI/ SELAMA DUA TAHUN// HAL INI MEMBUATNYA TAK MAMPU BEKERJA// SEHINGGA KETIKA DANA KOMPENSASI BBM INI MULAI DI BAGIKAN/ SUPARDI PUN LANGSUNG MENDATANGI KANTOR POS INDONESIA MESKI DENGAN KONDISI TIDAK SEHAT//

BERUNTUNG/ KONDISINYA TAK BEGITU FATAL// AKHIRNYA SUPARDI DIBAWA PULANG KELUARGANYA UNTUK MENJALANI PERAWATAN DI RUMAH/ DENGAN BANTUAN DANA KOMPENSASI BBM YANG BARU DI TERIMANYA//

ADI SAPUTRO/ TRANS TV/ PONTIANAK/ KALIMANTAN BARAT//

=====

Membaca dan menonton gambar berita ini membuatku hampir nangis. Aku memang gampang tersentuh pada perihal apapun tentang orang tua. Aku membayangkan diriku sebagai Khalis, menuntun bapak yang tertatih-tatih ikut antri di barisan yang mengular di bawah terik dan pada bulan puasa pula. Betapa tidak nyamannya menjadi orang miskin.
Aku sedih. Aku ingat bapakku di kampung.
Aku rindu sekali pada Bapak.
Rindu sekali....