tanah peresapan, tempat semuanya berakhir...
___________________________________

Monday, September 26, 2005

Bangun Pagi

Memulai hari baru. Nginap di kantor, menemani editor mengerjakan paket terakhir program Sentuhan Qolbu-Ridho Allah buat Ramadhan besok. Oleh-oleh dari Jogja kemarin. Tidak sempat pulang, tapi sudah sedia seragam di tas, dalam rangka mengantisipasi pemberlakuan peraturan baru.

Bangun dengan perut kembung rasa-rasa masuk angin, pengaruh suplai besar-besaran lemper --atau semar mendem, kata mereka-- dari booth sebelah. Dan entah sudah berapa kali kaset Opick itu pulang balik di tape deck oleh aniaya tombol auto reverse. Telat shalat subuh. Buru-buru ke toilet untuk mencurahkan sesuatu yang sudah mendesak di bawah perut.

Melihat pantulan wajah di kaca toilet. Ada kemajuan. Tumben bisa bangun pagi dengan rambut tidak jabrik-jabrik, tidak mirip Sun Go Ku lagi. Ini prestasi, karena tidak biasanya. Mungkin karena semalam mimpi tidak terlalu rusuh.