tanah peresapan, tempat semuanya berakhir...
___________________________________

Friday, August 05, 2005

Mata yang Indah

Pada awalnya dia mengira semua mata perempuan dimana-mana sama belaka, yang satu tidak lebih indah dibanding yang lain.
Hingga kemudian ditemukannya sepasang yang berkata lain;
itu milik seorang buruh perempuan di sebuah pabrik pengolah udang --yang hampir seluruh wajahnya tertutup tudung dan masker S-O-P, kecuali matanya itu.

Kilat mata itu seketika mengingatkan dia pada perempuannya yang pergi. Dan setelahnya dia tak lagi berani menganggap semua mata sama saja. Karena selalu ada yang ditakdirkan menjadi lebih indah.