tanah peresapan, tempat semuanya berakhir...
___________________________________

Tuesday, August 09, 2005

Kabar Dari Rumah

Lagi-lagi aku merasa bersalah karena jauh dari rumah.
Sepulang dari Pangandaran dua malam lalu, aku langsung rebah di kosan. Delapan jam naik bis lumayan membuat badan seperti habis dipukuli orang se-RT. Terbangun pagi-pagi oleh sms dari adikku yang isinya membuatku terlompat kaget; Asslm, Bang. Bapak SAKIT, skrg di RS.

Kemarin itu Bapak dibawa ke rumah sakit karena gula darahnya turun lagi. Dan saya tidak bisa apa-apa. Terpisah ribuan kilometer dari rumah membuatku seperti orang tolol.
Aku menelpon adikku di Makassar dan mereka bilang semuanya akan baik-baik saja. Tak berapa lama Bunda juga menelpon dari rumah di Bone, menenangkanku dan minta aku berdoa saja. Tapi bagaimana aku bisa tenang bila Bunda menangis?

Menjelang siang Bunda menelpon lagi dan mengabarkan Bapak sudah siuman dan kondisinya sudah mulai membaik. Alhamdulillah. Akhirnya aku ke bank dan melakukan apa yang aku bisa. Sebuah nomer voucher pulsa juga aku kirim via sms ke Ari yang tepat berulangtahun hari itu, dengan sedikit pesan agar dia menjaga Bapak dan Bunda. Tinggal dia anak laki-laki di rumah, semua abangnya sudah menyebar ke mana-mana. Dan aku yang paling jauh.
Nyatanya mereka semua bisa berkumpul pada saat-saat genting seperti itu, sedang aku tidak.

Tadi siang Bapak sudah diperbolehkan pulang oleh dokter, tinggal berobat jalan saja. Aku juga sudah bicara dengan Bapak di telpon, dan Bapak sudah bisa bercanda lagi. Saudara-saudaraku yang lain juga sudah balik lagi ke habitatnya masing-masing.
Dan rumah pasti jadi sepi lagi. Aku janji suatu hari akan aku bikin ramai.
"Cepat sembuh, Bapak, masih banyak mimpi belum selesai..."