tanah peresapan, tempat semuanya berakhir...
___________________________________

Saturday, May 14, 2005

Luka


Lewat jam tiga subuh, setelah mengembalikan kamera ke logistik sepulang liputan, aku menemui Mas Produser di ruang ANN.
"Mas, malam ini nggak ada yang terluka," kataku.
Semuanya memang aman sentosa hingga saat kami meninggalkan Blok M tadi. Tak ada kabar buruk dari HT yang kemerosak, hanya seorang bocah yang nyolong kaca spion Alphard; tak begitu penting. Kawan-kawan wartawan TV lain juga tak beranjak dan memilih nongkrong atau tiduran di dalam mobil yang AC-nya dinyalakan.

Sehingga malam ini hanya dapat satu. Hamdani Amin, orang tua itu, setelah diperiksa berjam-jam di KPK, mengaku semua orang di KPU kebagian cipratan dana taktis yang jumlahnya lumayan itu. Pejabat-pejabat brengsek!
Betul-betul tidak ada yang terluka, kecuali hati nurani, kecuali rasa keadilan.
Kecuali jiwa ringkih ini, yang semakin lebam menerima buah kejahatan di masa lalu.