tanah peresapan, tempat semuanya berakhir...
___________________________________

Tuesday, April 05, 2005

With Arms Wide Open


Di kubikal sebelah, seorang teman memutar mp.3 Creed, With Arms Wide Open. Lagu itu lagi. Beberapa hari ini, tanpa disengaja, lagu itu seperti mengikuti langkah kemana pergi. Menjadi seperti soundtrack film kehidupan. Mulai dari komputer tetangga kosan hingga tip mobil kantor, semua memutarnya. Aneh, karena lagu itu tidak sedang hit di radio-radio. Grup band penyanyinya juga sudah bubar setahun yang lalu.
Ditulis oleh Scott Stapp, vokalis Creed. Scott memainkan lagu itu untuk menyambut kelahiran Jagger, anak pertamanya.
...
If I had just one wish
Only one demand
I hope he's not like me
I hope he understands
That he can take this life
And hold it by the hand
And he can greet the world
With arms wide open...


Sebentuk harap dalam lirik. Sangat sederhana.
Tapi, kenapa lagu itu baru berseliweran lagi setelah sekian lama?
Mungkinkah banyak orang telah terkenang olehnya sehingga merasa perlu memutarnya lagi? Ataukah itu petanda buana bahwa kenyataan hidup yang mulai sering tidak masuk akal telah membuat banyak orang tua mengharapkan anaknya lahir tanpa harus mengikuti jejaknya, mengalami nasib sepertinya?

Dan mendengar lagu itu, mau tidak mau juga membuatku berpikir, telahkah aku menjadi seperti yang diharapkan bapakku, dan bukan sekadar "not like me, My Son..."?
...
Huss!! Terlalu banyak tanya! Tak bagus bagi kandungan.

====
[::entri ini ditulis dengan ingatan kepada seorang teman yang sedang menanti kelahiran anak pertamanya bulan Juli nanti, dan untuk seorang teman lain yang juga sedang menanti bulan Oktober tiba. Banyak doa untuk kalian.]