tanah peresapan, tempat semuanya berakhir...
___________________________________

Saturday, March 12, 2005

Terima Kasih....

Walah, ramai sekali di sini!
Baru balik dari Tarakan dan Pulau Sebatik, senang sekali disambut dengan kemeriahan seperti ini. :-)

Terima kasih banyak atas kebaikan hati kawan-kawan semua, terutama Kawan Anonim yang sudah mengingatkan betapa dhaif-nya saya.
Mohon maaf jika ada yang terganggu, saya tak bermaksud demikian. Hanya saja saya merasa ini ruang di mana saya masih bisa berpikir merdeka. Benteng terakhir saya.
Tapi, sekali lagi, mohon maaf, saya baru sadar bahwa di rumah sendiri pun saya tidak berhak teriak seenaknya, karena tetangga bisa terganggu...

Saya bukan seorang idealis, saya realis, dan kompromis. Saya juga tidak memperjuangkan apa-apa, selain piring nasi saya sendiri. Tangan saya terlalu lemah untuk memperjuangkan ide-ide besar. Saya hanya bisa bikin yang kecil-kecil saja, dan tak berarti. Saya buruh yang berkeringat, bukan aktivis atau pemikir berwajah mulus yang berlindung di balik topeng idealisme.

Semoga selalu disediakan tempat yang paling indah untuk kalian di mana saja, di pro maupun kontra. :-)
Salam.