tanah peresapan, tempat semuanya berakhir...
___________________________________

Monday, March 07, 2005

Jurnalis atau Pembuat Pilem?

Tau-tau proyeksi penugasan liputanku pagi ini berubah.
Tadi malam sebelum pulang aku sempat lihat proyeksi liputanku adalah pertemuan organda soal tarif angkot, tapi tadi tiba-tiba berubah jadi update banjir dan personalisasi korban, dengan tambahan perintah khusus dalam tanda kurung: cari air mata buat dongkrak rating!
Yang menggantikan liputanku ternyata seorang reporter cewek sekaligus presenter yang semlohai. Waktu aku tanya ke korlip, katanya ibu presenter itu kurang enak badan jadi ditukar sama aku.
Sebenarnya bukan persoalan dapat liputan gampang atau sulit, cuma menurutku tak bagus saja seperti itu. Lagipula aku sudah datang sesuai jadwal sehingga tak ada alasan untuk menukar liputanku tanpa sepersetujuanku.

"Kalau begitu aku juga 'kurang enak badan' nih, Mas," kataku ke Mas Korlip, dengan bercanda, karena tak baik memulai hari dengan kekesalan.
Mas As-prod yang duduk di sebelah Mas Korlip nyelutuk, "Jangan bilang nggak enak badan, Chan, bilang aja kamu keluarganya siapa gitu..."
Aku tertawa. Ibu reporter/presenter itu konon famili salah seorang pembesar di gedung ini.

Ya sudahlah. Ayo bekerja lagi, cari 'air mata', demi rating. Hidup Jurnalisme Indonesia! :-)