tanah peresapan, tempat semuanya berakhir...
___________________________________

Wednesday, February 02, 2005

Selebar Daun Kelor

Kata seorang pejalan; dunia itu betul-betul selebar daun kelor, sangat sempit. Seseorang yang kau temui hari ini niscaya akan bertemu lagi di tempat lain. Sehingga jangan pernah menyakiti orang lain, karena suatu hari pasti akan bertemu lagi. Dan pada saat itu, kita akan terbunuh, jika bukan oleh dendamnya maka oleh maafnya...

Bahwa dunia ini sempit, hari ini terbukti lagi padaku. Seorang presenter di tempat kerjaku ternyata masih saudara dengan istri pamanku. Tak disangka aku ternyata ada hubungan juga dengan Mbak yang sangat ramah dan cantik itu! :-)
Tadi pagi ngobrol dengan pegawai Dispen AL di Kolinlamil yang ternyata alumni pertama di almamaterku nun jauh di sana. Kami mengenal banyak orang yang sama. Terentang jarak geografis dan waktu bertemu di satu titik.
Ada juga seorang tentara yang aku temui di Meulaboh, tadi siang bertemu lagi di Tanjung Priok.

Tentang orang sekampung. Dua orang-satu-kampung terakhir yang aku temui di tempat jauh adalah seorang yang sama-sama jadi "penumpang gelap" di atas kapal perang, dan seorang lagi ustadz di pedalaman Papua.
Hari ini ketemu satu lagi. Tadi siang aku liputan kapal nelayan Thailand yang tertangkap sedang mencuri ikan di perairan Indonesia. Ada 28 orang nelayan, mereka kerja sama dengan 8 orang nelayan Indonesia. Ada satu orang yang kayaknya logatnya aku kenal. Masih muda. Orang Bone, ternyata. :-)
Jadi, aga karebata', Daeng?