tanah peresapan, tempat semuanya berakhir...
___________________________________

Sunday, February 13, 2005

Jagoan

Sudah lama sekali tidak mengalami yang seperti tadi. Hawa berkelahi itu hampir-hampir aku lupa seperti apa rasanya. Aku sebenarnya kasihan juga padanya --anak muda yang gugup, tapi lihat caranya yang manggil preman buat nakut-nakutin kami, jadinya hampir lepas kontrol juga. Mereka berlima, datang bergantian. Kami hanya berdua awalnya, lalu datang lima orang lagi. Untung urusannya bisa selesai tanpa harus ada yang terluka.
Cukuplah dendam itu kamu taroh di hati saja, malam ini bawa tidur biar besok bangunnya tenang. Tak ada yang mau ini kejadian, besok ketemu cukup kasih tangan, atau kepalan tinju, gak usah ada pisau atau baret cat mobil.

Aku sudah lama ingin selesai dengan itu semua. Ingat itu A dan Y yang punggungnya bolong kena badik; dahi C yang hampir remuk ditimpa botol; wajah U yang hancur jadi bola; kepala S yang bocor; gigi M yang tanggal kena hantam balok...
Sudah banyak sekali yang ingin jadi jagoan. Maka sebaiknya kita khatamkan saja. Lagipula jagoan banyak yang berakhir di kamar mayat atau penjara.