tanah peresapan, tempat semuanya berakhir...
___________________________________

Saturday, February 26, 2005

Bandara, Pagi

...
====
Mulai terang tanah kelihatan dari jendela bus Damri yang membawaku kembali ke Blok M. Tapi lampu-lampu jalan masih banyak yang menyala. Keluar dari gerbang Cengkareng, lamunan tentang masa depan menggedor-gedor kepalaku. Meliuk-liuk seperti jembatan layang.
Baru sadar, pondasi hidupku ternyata baru sebatu tingginya, masih perlu berlari jauh untuk mengejar Rumah di Atas Bukit yang Ada Sungai Kecil Mengalir Jernih di Halamannya itu. Masih terlalu jauh.