tanah peresapan, tempat semuanya berakhir...
___________________________________

Sunday, January 09, 2005

Sepulangnya Kami ke Jakarta Lagi

Di ketinggian 28 ribu kaki.
Menilik jam, seharusnya sudah gelap, tapi matahari masih tempias lewat jendela pesawat.
Di kursi di depanku, dua bocah berderai tawa. Lelah bermain-main, mereka merajuk minta dibelikan mainan yang dijual di inflight shop.

Empat hari lalu, seorang bocah laki-laki mendekati kami --para wartawan-- di posko pengungsi. Sudah kelihatan segar. Malam sebelumnya, dia tertidur kedinginan dan lapar di atas motor Vespa milik entah siapa. Pak Budi, pegawai Dispen AL kawan kami, menemukannya dan mengendongnya ke tenda.
Tak ada yang tahu dia anak siapa.
Di Aceh, ada ribuan anak yang seperti dia.
Di kota orang-orang pintar ribut soal adopsi.