tanah peresapan, tempat semuanya berakhir...
___________________________________

Tuesday, September 28, 2004

Tuma'ninah


Sedikit lagi selesai. Kota tujuan terakhir telah dicapai; Tidore. Meski yang kami cari tak ketemu. Kota itu hanya menyisakan reruntuhan. Dua kali bumi hangus oleh Belanda mengubur banyak sejarah kota ini.

Ini kotanya Budi, teman kuliahku dulu. Di pelabuhan kami berfoto dengan latar Pulau Maitara, yang gambarnya ada di duit seribuan. Habis itu balik lagi ke Ternate yang indah dengan Gunung Gamalama-nya. Ada hubungan apa antara Ternate dengan Dorce ya?

Di Ternate, narasumberku seorang tua yang bijak. Pak Adnan Amal. Di ruang tengahnya tergantung sebuah foto yang rasanya aku pernah lihat entah di mana. Foto anak tertuanya, ternyata. Nukila Amal, penulis novel hebat itu.
Pak Adnan memberi kami tiga buku tentang Maluku Utara. Salah satunya dia bawa sendiri ke hotel tempat kami menginap di pagi hari waktu kami belum bangun. Katanya untuk melengkapi data. Ah, bapak yang baik... semoga terlindungi dirimu selalu.

Dan hari ini aku sudah di Makassar. Transit beberapa hari sembari membereskan yang masih tertinggal. Rasanya hilang semua lelah itu. Tercapai sudah mimpi masa muda itu; keliling Indonesia. Dari Aceh ke Sumatra ke Jawa ke Lombok ke Sumbawa ke Kalimantan ke Sulawesi ke Maluku ke Papua. Usai sudah! Makasih ya Allah...

Sekarang waktunya berpikir ulang tentang masa depan. Jeda, seperti dalam shalat. Seseorang mungkin akan menemaniku tuma'ninah...