tanah peresapan, tempat semuanya berakhir...
___________________________________

Sunday, September 19, 2004

2/3

Sedikit lagi perjalanan-bekerja ini selesai. Malam ini kami sudah di Kendari lagi, nginap di rumah Mbak Pipit, yang sekalipun belum pernah bertemu tapi sudah seperti saudara sendiri. Kami disambut dengan kehangatan yang setara rumah sendiri. [Makasih banyak untuk Mbak Pipit sekeluarga, terutama Mas Iwan yang sudah bersusah-susah jadi guide kami ke Buton. Capek kan jalan ama wartawan :D]

Tadi sore kami tiba dari Buton dengan super jet, kapal motor cepat ukuran medium. Insya Allah besok pagi terbang ke Makassar untuk selanjutnya menuju Ambon.
Semakin jauh, semakin banyak yang bisa aku ukur dari diriku. Kemarin aku gagal mencapai puncak bukit berbatu yang oleh masyarakat setempat diyakini sebagai makam Patih Gaja Mada. Kakiku tiba-tiba kram di tengah pendakian... Untung Daus bisa bertahan sampai ke sana dengan kamera.
Nama desanya Majapahit, terletak di Kecamatan Batauga, di pesisir pulau Buton. Entah bagaimana caranya Gajah Mada bisa sampai ke sana.

Masih banyak yang ingin aku tulis, sebenarnya. Masih banyak. Tapi mungkin lain waktu. Kali ini aku titip rindu saja dulu.