tanah peresapan, tempat semuanya berakhir...
___________________________________

Thursday, August 19, 2004

Sepotong Sajak Revolusi



"Bergeraklah, bergeraklah!
Karena matahari terlanjur terbenam, dan pagi masih lama!"
--MFM, 2001--


Aku lupa siapa yang mengucapkan kalimat yang tertulis di dinding UKPM itu, tempat kami pernah menghabiskan banyak malam dalam diskusi panjang tentang pergerakan mahasiswa --dan segala yang utopis lainnya.
Betul-betul aku lupa, sampai seseorang mengingatkan. Seorang anak muda yang juga resah, persis seperti aku beberapa tahun lalu.
Dia menunjukkan buku diari-nya yang butut yang di dalamnya tertera tulisan itu.
"Ini Abang yang pernah bilang, saya tulis di sini," katanya.

Aku ragu-ragu, tapi aku mengenali inisial MFM itu. Dulu aku memang pernah tergila-gila menulis apa saja di dinding-dinding kampus dengan hanya membubuhi inisial 3 huruf itu. Anonim yang menyenangkan. Kira-kira seperti SGA (Seno Gumira Ajidarma), SHG (Soe Hok Gie), atau PAT (Pramoedya Ananta Toer). Sebenarnya dua huruf juga bagus, GM (Goenawan Mohammad) atau NP (Nestor Paz) bukankah terdengar seksi?
Tapi kalau harus menulis namaku dengan FM [huruf M yang di depan itu bentuk harapan orangtuaku untuk melihat anaknya berakhlak mulia seperti Rasul] saja, kedengarannya tidak garang dan mirip gelombang radio. :D
Nah, kalau menulis inisial dengan satu huruf saja, rasanya tak ada yang berani selain Zorro!

Begitulah. Itu dahulu kala, Nak, ketika semuanya masih sangat ideal di pikiran.

Anak-anak muda yang menggelegak itu, dengan keinginan luhur untuk melihat bangsanya menjadi lebih baik. Segelas kopi dan sebungkus rokok cukuplah mengusir malam yang dingin di pojok-pojok kampus. Dan sebait kalimat itu --juga kalimat provokatif lainnya, semisal Diam adalah Pengkhianatan-- cukup memberi tenaga untuk bertahan sampai pagi, kemudian tertidur dan terpaksa bolos kuliah!

Sekarang --ketika aku menulis bagian ini-- jam 3.15 dini hari, artinya pagi tidak lama lagi, tapi aku masih belum juga bergerak. Lebih banyak diam.
Maka berkhianatlah aku padamu....

[Ayo, kepalkan jari tangan jadi tinju,
lawan semua bentuk ngantuk.
Karena malas adalah pengkhianatan!]

ps. tulisan miring dari saya, aslinya tidak seperti itu. Mohon maaf sebesar-besarnya kepada kawan-kawan revolusioner. Kita masih teman 'kan? :D