tanah peresapan, tempat semuanya berakhir...
___________________________________

Friday, July 02, 2004

Brigade Tentara Hati


Tadi sore, siaran terakhir program Interogasi. Rating yang terus turun membuat manajemen mengambil langkah strategis, menghentikan program ini. Bagiku ini seperti sesuatu yang bermakna ganda. Di satu sisi, aku sedih, bagaimanapun aku telah terlibat cukup banyak di program ini, sadar atau tidak keberanianku tertempa di sini. Tapi di sisi lain, aku juga berpikir kalau memang sekarang sudah saatnya untuk mengurangi tayangan-tayangan kekerasan seperti itu.

Semua alumni Interogasi selanjutnya akan disebar ke program-program lain, ke Reportase atau program baru lainnya. Aku sendiri akhirnya diperbantukan ke program Perjalanan Islam, program baru buat Ramadhan nanti. Tapi tadi pagi aku masih bantu-bantu di spot, liputan SBY shalat Jumat di Tanah Abang.

Besok malam, insya Allah kalau semuanya lancar, kami --aku, Selo, dan Kang Ule-- sudah harus berada di Papua. Lima hari pertama di Jayapura, meliput persiapan pemilu presiden di sana. Dan sisa hari selanjutnya akan dihabiskan di Wamena, mungkin akan lama di sana, tergantung kondisi. Kami mau bikin cerita tentang sebuah pesantren di tengah pegunungan di Wamena, juga tentang perkampungan muslim di Walesi.
Mohon didoakan, mudah-mudahan semuanya lancar.

====
Kemarin kamu datang menemuiku. Mungkin karena mekanisme pertahanan dirimu, kamu banyak bercanda. Tapi betul-betul tak pernah aku bayangkan bisa seperti ini. Sebelum hari itu, aku pikir tak akan bisa lagi melihat bola matamu yang berbinar-binar itu.
Menemanimu mencari oleh-oleh untuk Bunda, mengingatkanku pada hari-hari yang lewat. Tak perlu disesali, semua sudah ada jalannya. Tapi, bila bisa membuatmu tenang, menangis sesekali tak ada salahnya.
Besok aku jalan lagi, menambah jejak di bumi Tuhan. Kamu boleh tertawa deh!