tanah peresapan, tempat semuanya berakhir...
___________________________________

Wednesday, June 23, 2004

Police Line


Tak tega aku melihat bapak yang di depan itu! Mungkin karena paling tua maka dia ditaroh paling depan, membentuk barisan seperti anak kecil yang bermain ular naga panjangnya bukan kepalang. Rambutnya sudah memutih, dengan wajah tirus penuh kerut-kerut usia. Aku ingat bapakku di kampung, alhamdulillah, masih lebih beruntung daripada bapak itu, bapakku tak perlu jadi rampok bajing loncat untuk menghidupiku...

15 orang bajing loncat yang biasa merampok truk bermuatan berat di jalan tol Jakarta-Cikampek, siang tadi "dirilis" ke hadapan khalayak. Sebenarnya semuanya ada 16, tapi satu orang tewas kena tembak polisi. Tiga orang lagi juga kena tembak, tapi masih bertahan hidup.

Bulan depan, kalau semuanya lancar, semoga tidak perlu melihat seperti ini lagi!

====
Bawa pulang oleh-oleh dari liputan tadi; police line sepanjang hampir sepuluh meter, bekas mengikat barang bukti.
"Mau diapain itu?" tanya Pak Polisi.
"Buat kenang-kenangan, Pak." jawabku asal, padahal di kepalaku sudah terbayang bagaimana wajah ibu kos-ku bila besok pagi dia terbangun dan melihat pita plastik warna kuning ini sudah terpasang di depan pagarnya. Hehehehe.

ps. Titip blog lagi nih, Kawan-kawan. Besok jadi berangkat liputan ke Lombok. Btw, ada yang mau oleh-oleh susu kuda liar gak? Dijamin menambah kejantanan dan kegairahan berkeluarga! Yihaaaa!!!