tanah peresapan, tempat semuanya berakhir...
___________________________________

Monday, June 14, 2004

Janji-janji Tinggal Janji...


Setiap menit, kita kehilangan hutan seluas enam kali lapangan bola, padahal 60-80 juta rakyat Indonesia menggantungkan kehidupannya pada hutan. Sampai hari ini, Indonesia sudah kehilangan 72 persen hutan aslinya. Catatan terakhir, 101,73 hektar lahan rusak, di antaranya 59,62 juta hektar berada dalam kawasan hutan!
Ada 128 perusahaan industri perkayuan yang memiliki utang sebesar 22 triliun rupiah yang selama ini menjadi pihak yang bertanggungjawab terhadap perusakan hutan Indonesia karena kapasitas industri yang berlebihan.

Jangan tanya bencana yang ditimbulkan. Sampai tahun 2004, tercatat 700 kejadian bencana alam dengan korban lebih dari 3000 jiwa! Belum lagi kerugian material yang sudah mencapai ratusan milyar rupiah!

====
Siang tadi, sekelompok pemerhati lingkungan mencoba mengadakan diskusi dengan mengundang seorang calon presiden untuk memaparkan visi misinya tentang lingkungan, dan apa yang akan dilakukannya bila terpilih kelak. Capres itu sebelumnya sudah menyetujui untuk memenuhi undangan itu, sampai kemudian dia membatalkannya pada saat-saat terakhir.

Karena para aktivis dan wartawan sudah terlanjur berkumpul, maka orasinya dibacakan oleh anggota tim suksesnya, setelah sebelumnya dia menyampaikan maaf lewat hp yang diperdengarkan melalui pengeras suara! Wartawan dan aktivis tentu saja kecewa, tapi acara tetap berlangsung.

Iseng-iseng aku mendatangi seorang anggota tim suksesnya yang duduk di kursi barisan belakang, dan memulai perbincangan informal. Bapak itu melihat press-id ku dan bilang kalau Pak Capres itu malam ini akan menghadiri acara debat dengan capres lain di stasiun tempat kerjaku.
"Nanti malam Bapak pasti datang, itu sudah masuk jadwal kampanye," kata Bapak yang memakai jaket dengan tulisan besar Jujur, Cerdas, dan Berani itu.
"Oya? Trus sekarang kenapa gak datang?" tanyaku.
Bapak itu mengecilkan suaranya, dan berbisik dekat telingaku, "Dia kecapean, tadi malam abis nonton bola sampai pagi..."

Shit!
Aku pulang dengan membawa kesal. Kenapa para elit politik itu tidak pernah mau peduli pada hal-hal "kecil" seperti ini? Apa jumlah 3000 jiwa yang sudah menjadi korban itu tidak cukup membuat mereka mau memperhatikan isu lingkungan?
Tapi lama-lama aku sadar juga kalau hal-hal seperti ini tidak akan pernah jadi panglima dalam politik. Lagipula, kalaupun semua capres itu bicara, mungkin tidak akan banyak berpengaruh juga. Toh, sejauh ini, mereka hanya bisa berjanji!

Oh, kau yang berjanji, kau yang mengingkari...
Kau yang mulai, kau mengakhiri....
Jangan pilih pemimpin gombal,
mending golput aja yukzzz!
Piss! Piss!