tanah peresapan, tempat semuanya berakhir...
___________________________________

Friday, May 07, 2004

Wis Muleh?



:
Saatnya telah tiba untuk melarungmu lagi ke laut lepas, setelah berkali-kali buih dan ombak selalu memaksamu kembali merapat di pantai.

Inilah saatnya,
membebaskanmu dari semua beban ingatan,
juga titipan mimpi dan kenangan itu.
Kita tak bisa apa,
selain membiarkannya terjebak dalam lembar-lembar kalender,
disobek satu-satu.

Besok aku pulang, menjenguk jejak yang pernah kita toreh.
Di aspal, tanah berdebu, sungai, gunung, pepohonan, dan hati orang-orang.
Menelisik luka seperti menikmati puisi.

Sudahlah, simpan itu tangis.
Aku sudah lama terbunuh, oleh kesangsianmu pada mimpiku; mimpi kita.