tanah peresapan, tempat semuanya berakhir...
___________________________________

Saturday, May 01, 2004

Riot Act


Polisi-polisi itu diajari gak sih, kalo mukul orang pake balok kayu dan gagang pistol itu bisa bikin geger otak?

Siang tadi polisi menyerbu kampus Universitas Muslim Indonesia di Makassar. Mereka merengsek masuk untuk membebaskan rekan mereka yang disandera mahasiswa. Wajiblah menolong rekan yang teraniaya, tapi caranya itu lho! Mereka menyerbu sambil menembaki mahasiswa yang tak bersenjata. Melihatnya di tivi seperti menonton film Saving Private Ryan. Yang gak sempat melarikan diri dipukul pake popor senapan, gagang pistol, balok-balok, botol, dan sebagainya. Ada yang kepalanya dibenturkan ke pinggiran tangga atau ditendang pake lars. Beberapa orang terkapar berlumuran darah, diinjak-injak pula. Gimana gak mati itu anak orang?

Harusnya mereka tahu siapa yang mereka hadapi. Mahasiswa-mahasiswa itu hanya sekumpulan anak muda dengan idealisme dan semangat yang sedikit di atas rata-rata. Mestinya mereka dipahami, bukan malah sebaliknya diperlakukan seperti teroris yang harus diatasi dengan kekerasan senjata seperti itu.

Awalnya adalah demo di KPUD yang menolak capres militer sekaligus memperingati Hari Buruh. Entah siapa yang mulai, tiba-tiba mereka bentrok dengan polisi. 26 orang ditangkap. Aku lihat Soni dipukuli dan diangkut ke atas truk tentara. Beberapa masih aku kenal baik wajahnya. Kebanyakan anak-anak LMND yang biasa ngopi dan nongkrong bareng di Baruga. Habis maghrib tadi aku menelpon menanyakan kabar mereka. Gak ada yang mati, tapi 160 orang terluka!

Sedih sekali melihat kejadian seperti itu lagi. Polisi-polisi itu! Apa mereka merasa bisa melakukan apa saja dengan senjatanya? Sori, tapi aku benar-benar marah --sampai tak sadar kalo aku menangis. Hanya kemarahan yang bisa membuatku keluar air mata! Aku masih ingat bagaimana mereka memperlakukan Uce, adikku, beberapa tahun lalu. Mereka menyeretnya di aspal sampai kacamatanya pecah, membuatnya bengap, lalu menginapkannya di sel yang dingin! Aku gak akan lupa itu!

Barusan aku dengar kabar dari Mas Agus --asprod Berita Pagi, Kapolwil, Kapolres, dan Kapolsek di Makassar yang berkaitan dengan kejadian itu langsung di-nonaktifkan. Aku gak tau harus gembira atau bagaimana, tapi setidaknya ada yang harus bertanggung jawab atas nasib anak-anak muda yang berlumuran darah itu!