tanah peresapan, tempat semuanya berakhir...
___________________________________

Thursday, April 08, 2004

Turut Berduka Cita

"Antisosial!"
"Sewenang-wenang!"
"Menghalangi peredaran kasih!!"
"Gak tau lagi mau bikin apa buat menghabiskan malam kita..."
"Gak boleh dibiarin! Kita mesti merapat!"
"Wajar sih kalo di-ben. Wong itu kontraproduktif kok."

...
Demikian beberapa komentar teman-teman atas di-banned-nya Friendster dari semua komputer kantor. Katanya itu kerjaan anak IT yang udah bete benget liat komputer lebih sering dipake buat buka Friendster.
Aku juga ikut friendster, meski gak terlalu fanatik. Jaringan temanku pun belum seberapa, masih dalam hitungan puluhan. Makanya aku masih bisa ketawa-ketawa waktu diajakin rapat buat membahas "pembredelan" ini.
"Lo masih bisa ketawa sekarang. Besok blogger di-ben juga tau rasa lo!!" kata temanku.
Wah, gak kebayang kalo beneran di-banned. Entah kemana lagi blogger malang ini harus mencari tempat membunuh sepi....

[Turut Berduka Cita bagi para friendster-mania. Semoga mendapat tempat lain yang lebih layak. --Sumpah! Gue pengen banget ketawa...]