tanah peresapan, tempat semuanya berakhir...
___________________________________

Wednesday, April 07, 2004

Temporary Dead

"Mir, gue peduli sama gambar bagus. Gue peduli sama efek yang bakal didapetin dari berita ini. Tapi gue gak peduli sama dramatisasi, gue gak peduli pada rating!"
"Tapi kita kan perlu menggambarkan bagaimana miskinnya mereka."
"Gak harus dengan mendramatisir seperti itu kan? Semua orang sudah tahu mereka miskin. Kalo gak miskin, ngapain mereka harus sekolah di tempat gratis? Kamu gak sadar sudah mengekploitasi mereka?"
...
"Mir, sori kalau lo bete mulu kalo jalan ama gue..."
"Gak papa kok, gue udah tahu, udah biasa."
"Sori. Gue cuma gak ingin membuat mereka underestimate dengan berita kita. Gue cuma pengen meminimalisir efek. Sori... Gue ngomong gini buat ngebebasin resah gue, nunjukin gue gak nyaman dengan praktek jurnalisme kayak gini. Tapi jangan khawatir, gue profesional kok. Gue bakal kasih gambar apa pun yang lo mau..."


[Tadi siang liputan sekolah gratis dengan Mirana di daerah Gudang Peluru, Tebet. Takjub. Masih banyak ternyata orang yang berani berbuat untuk orang lain.
Kemarin liputan pencoblosan, dengan Mirana juga. Mira sempat nyoblos. Aku tidak.
Besok-besok aku akan cerita banyak. Malam ini lelah sekali. Mata rasanya sepet banget, mungkin mau tidur.]
Temporary Dead!!!!