tanah peresapan, tempat semuanya berakhir...
___________________________________

Friday, March 26, 2004

Tersamar Dalam Bintang


Tadi sore terlibat perdebatan kecil dengan Ewin, temanku yang lagi ngedit program F******a buat tayang malam ini. Tentang SPG (Sales Promotion Girl) atau Stand Guide --cewek-cewek cantik yang biasanya jadi penghias di pameran-pameran. Konon beberapa dari mereka bisa dibooking.

Untuk materi segmen terakhir, teman-teman yang liputan itu ketemu sama seorang cewek yang mengaku bisa diajak jalan.
Gambar dan suara percakapannya lumayan jelas kedengaran di monitor.
Masalahnya gambar itu diambil dengan hidden camera. Dia bicara jujur karena percaya pada orang di depannya. Dia pasti gak tahu kalau percakapannya dengan reporter itu direkam dan akan disiarkan dan ditonton di ruang tengah banyak keluarga. Bisa jadi bapaknya di rumah nonton, ibunya, atau adiknya...
Wajahnya memang di-blur, tapi menurutku itu tetap saja tidak etis. Suaranya masih bisa dikenali, lokasi tempat dia menjadi stand guide juga masih bisa ketahuan...

Entahlah. Tapi menurutku dengan cara apapun dia mencari uang, kita tidak punya hak untuk mempermalukannya seperti itu.
Siapa kita yang bisa merasa lebih terhormat dibanding orang lain?

Yeah! Aku hanya bisa bekoar-koar di sini. Di blogku sendiri. Bahkan dalam milis kantor yang masih memperdebatkan etika hidden camera, aku gak ikut menyumbang saran.
Teritori keresahanku memang hanya bisa sampai di situ. Panduan moral yang aku miliki juga sangat standar, malah cenderung bejat. Tapi entah kenapa hal-hal sesederhana itu masih juga membuatku resah?
Aku hanya berpikir, bagaimana kalau seandainya cewek itu adalah adik perempuanku, misalnya, yang terpaksa melakukan beberapa "pekerjaan tambahan" untuk membantu bertahan hidup, agar bunyi piring beradu dengan sendok masih bisa terdengar di ruang makan kami ....

Bisa jadi setelah malam ini, ada satu keluarga yang mata pencahariannya terampas. Entahlah. Tapi mudah-mudahan aku salah.