tanah peresapan, tempat semuanya berakhir...
___________________________________

Tuesday, March 09, 2004

Tentang Pekerjaan


Hari ini aku dapat tugas pagi meliput acara seremonial. RI-1, RI-2, dan pejabat-pejabat lainnya dijadwalkan akan membayar pajak. Sempat muncul pikiran tolol di kepalaku: Apa istimewanya? Bukankah membayar pajak memang sudah kewajiban setiap warga negara?

Jam sepuluhan RI-2 muncul disusul RI-1 beberapa menit setelahnya. Semuanya dengan permintaan hadirin dimohon berdiri. Ibu Mega tampak semakin subur dan sumringah. Beberapa kali dia terkikik geli saat Titik Puspa yang jadi MC menggodanya. Kata Titik, Mega sekarang semakin sadar karena jadwal pembayaran pajaknya lebih awal dibanding tahun lalu. Beberapa wartawan tertawa, dengan interpretasi nakal bahwa berarti dulu dia pernah gak sadar!

Hanya mengabadikan dia menyetor map berwarna hijau dan setelah itu foto-foto bersama. Lalu seperti biasa selalu ada pidato singkat RI-1, kali ini tentang keberhasilan penerimaan pajak. Gak ada statemen berbahaya sampai dia pulang.

Para wartawan juga pulang setelah mencicipi kue-kue kecil yang indah warnanya, kecuali beberapa orang yang tetap tinggal. Mudah-mudahan tidak sedang menunggu amplop...

=====

Masih di jam kerja, ngobrol di kantin, seorang temanku tiba-tiba bertanya tentang apa yang ingin aku capai dengan pekerjaanku saat ini. Pertanyaan berat. Karena aku hampir tidak pernah memimpikan sesuatu yang muluk-muluk.
Seingatku dulu mimpiku sederhana tentang pekerjaan.
Aku hanya ingin bekerja apa saja supaya bisa nabung buat jalan. Bisa beli kursi dokter gigi buat adikku. Bisa beli Karrimor Gore-tex. Bisa beli pisau lipat Victorinox.
Dan bisa rutin membelikan gula Tropicana Slim untuk Bapak, supaya diabetesnya gak kambuh lagi...