tanah peresapan, tempat semuanya berakhir...
___________________________________

Monday, March 08, 2004

Kebakaran Tadi Malam


Semua tiba-tiba jadi manual. Gak ada mesin edit Newsflash, Automatic News Network, rundown, dan bluescreen. Kebakaran di Studio 4 tadi malam membuat ruangan di lantai 3 ini berubah begitu drastis. Rasanya semakin padat saja, dan ada police line terpasang dengan sangat mentereng.
Gak ada korban jiwa, tapi sekitar 12 orang dibawa ke Medistra karena pingsan. Beberapa benar-benar kehabisan oksigen karena berjuang melawan api, dan beberapa yang lainnya mungkin karena shock bakal dituntut pertanggungjawaban!

Tak terbayangkan. Sementara ada yang mempertaruhkan nyawa dalam kepungan asap di lantai 3, di lantai 1 Iwan Fals tetap tampil live seakan tak terjadi apa-apa. Penonton tetap berjoget. Kegembiraan tak boleh terhenti. Itulah industri TV. The show must go on!

Menjelang tengah malam, bersamaan bubarnya penonton, semua korban sudah dievakuasi. Aku hanya sempat membantu menggotong beberapa orang, dan tak terlalu hapal siapa-siapa saja mereka. Setahuku ada dua orang sekuriti, seorang petugas cleaning service, dan Abi --satu-satunya korban dari divisi news dan perempuan.

Di lobi, semua korban ditidurkan di lantai menunggu giliran untuk diangkut dengan ambulans. Berebutan selimut dan tabung oksigen. Teman-teman yang panik dan mencoba memaksa mereka tetap sadar. Tapi entah di mana petugas pemadam kebakaran yang beberapa saat sebelumnya aku lihat sekarat di atas.

Dari balik kaca, Yos dan Cikal, istri dan putri Iwan Fals, sesekali mengintip dan menulis pesan di hp-nya...