tanah peresapan, tempat semuanya berakhir...
___________________________________

Saturday, March 20, 2004

Hilang


Semakin bertambah hari, aku merasa kehilangan satu demi satu teman-temanku.
Semakin bertambah hari, satu demi satu teman-temanku merasa kehilangan aku.

Lewat email, lewat hp, lewat sms, atau mungkin sekedar angin berembus pelan, kabar itu sampai.
...
"Ini masih Ochan yang dulukah?"
---
"Masih menyimpan sajadah dan pedang pendek di ranselmu?"
---
"Bintang glow in dark-nya masih ada?"
---
"Bagaimana proyek idealismu? Jadi bikin dokumenter tentang Soe Hok Gie?"
---
"..."
---
"Dulu kamu pernah bilang kalo kamu jadi wartawan, kamu akan rajin meliput demo kita. Mana?"
---
"Teman-teman banyak yang diintimidasi. Kamu kemana saja?!!"
---
"Sekarang konsonan semua ya, Chan. Vokalnya hilang. Jangan-jangan disogok nih. Hahaha!"
---
"Pak Mansyur menanyakan kamu. Kamu tidak pernah mengabari beliau, katanya..."
---
"Sudah mulai ngaji lagi, Chan?"
---
"Saya baru mau bilang kalo kehilangan kamu. Sejak kamu pergi itu, rasanya kamu banyak berubah, seperti bukan temanku lagi..."
---
"Kapan punya waktu buat dengar cerita-ceritaku lagi, Chan?"

...

Kawan, maafkan. Tapi sebenarnya kalian tidak sendiri merasa seperti itu. Aku pun, sejatinya, merasa kehilangan diriku sendiri.
Sangat kehilangan.