tanah peresapan, tempat semuanya berakhir...
___________________________________

Wednesday, February 18, 2004

Stress!!

Kali ini aku takut sekali gagal. Selama ini aku belum pernah mengecewakan kantor. Aku belum pernah menolak tugas, dan seingatku hampir semuanya bisa aku selesaikan.
Tapi entah kenapa kali ini aku pesimis bakal berhasil.
Besok pagi aku ditugasin lagi ke Makassar, dengan target yang hampir mustahil. Menemui M. Yusuf dan membuatnya bersedia diwawancarai. Pak Yusuf menjadi penting karena tinggal dia satu-satunya saksi sejarah Supersemar. Selama ini dia tutup mulut tentang hal itu, dan membiarkan keabsahan Supersemar yang menaikkan Soeharto sebagai presiden itu menjadi tanda tanya besar.

Aku sudah hubungi teman-teman wartawan di Makassar, dan semuanya bilang hitungan matematisnya mendekati nol!