tanah peresapan, tempat semuanya berakhir...
___________________________________

Thursday, February 12, 2004

Blacker than Black!


Dari bandara langsung ke rumah seorang pejabat, hari ini dia divonis bebas. Dagelan.
Di sana, wartawan udah banyak berjubel, antrian buat tapping atau live. Ratusan orang berebut ingin memberi selamat. Selamat atas kemenangan melangkahi hukum.
Betul-betul tak adil. Jutaan orang miskin dirampas haknya. Empat puluh miliar rupiah tak pernah sampai ke tangan mereka. Ditilep tikus!
Betul-betul sesak!

Ingat itu orang-orang yang mengais sampah. Menarik gerobak menjadikan diri seperti ternak. Tidur di bawah jembatan. Kedinginan diterpa hujan. Pelacur menjual diri. Banci-banci yang telanjang. Pembaca puisi di atas bis kota. Maling ayam dan jemuran. Mereka yang menggadaikan kemanusiaannya...
Ingat itu, Bung!

Maka bagiku benteng terakhir hanya do'a, karena tak bisa berharap banyak lagi pada Bapak-bapak itu;
"Allah, mereka yang tidak amanah jangan kau biarkan menjadi pemimpin kami..."