tanah peresapan, tempat semuanya berakhir...
___________________________________

Sunday, January 04, 2004

De Javu Seorang Kawan

Aku juga gak ngerti, Bang. Aku udah tahu ini bakal rumit banget jalannya. Tapi aku gak punya pilihan buat berhenti. Aku mesti ngambil resiko buat ngejalanin ini, meski aku tahu kemungkinan ke sana sangat kecil, hampir gak ada malah...
Aku sadar kalo buat sampe ke tujuan itu aku harus struggle lebih banyak. Mungkin banyak yang harus aku korbanin, seperti yang kau bilang, salah satu harus ada yang menjadi mortal!
...
Aku sejatinya ingin semuanya berjalan lurus-lurus saja. Bisa jadi aku yang mulai lelah hidup tanpa patron. Aku ingin hidup 'normal', berhenti dan berdiam, melupakan semua cita-cita masa muda itu!
Tapi kenapa justru di saat keinginan itu datang, dan kutemukan tempat-- jalannya ternyata gak segampang yang kuduga. Hitungan matematisnya adalah mendekati NOL. Bahasa Indonesianya: hampir mustahil!
Lalu apa sebutan yang pantas bagi seorang yang memutuskan berperang padahal dia tahu pasti bakal kalah?
...
"Ini resiko gue sebagai laki-laki, Bang..."
"Terserah, yang pasti itu jangan mempengaruhi pekerjaanmu. Kalo itu terjadi, lo bakal liat gue juga teriak-teriak ke elo!"