tanah peresapan, tempat semuanya berakhir...
___________________________________

Wednesday, December 17, 2003

Jus Poligami

Kebenaran hari ini tidak lagi selalu berhadapan frontal dengan ketidakbenaran, seperti di film-film India. Tapi kebenaran satu sisi justru melawan kebenaran yang lain.
Entahlah, rasanya memang ada banyak kebenaran yang terlalu dihayati dengan membabi buta. Kebenaran anutan kita yang menyakiti dan menistakan orang lain. Bom meledak dan merampas hak hidup ratusan orang diatasnamakan kebenaran, dengan cap Tuhan. Aku tak habis pikir, bagaimana seseorang bisa merasa sebagai kalifah Allah sementara tangannya dengan begitu mudah mengalirkan darah orang yang tak sedikitpun pernah menyakitinya. Entah, apanya yang salah.
Aneh. Di negara ini bahkan persoalan tapal batas kampung bisa membuat orang saling bunuh. Padahal tanah tidak dibawa mati!

Eh, btw ada yang sudah pernah coba Jus Poligami di Rumah Makan Wong Solo, belom?
Rasanya seperti namanya: tidak bisa menentukan dengan pasti.
:p