tanah peresapan, tempat semuanya berakhir...
___________________________________

Wednesday, December 31, 2003

Hari Ini, 2 Tahun yang Lalu



Senin, 31 Desember '01----
Bapak sudah diperbolehkan pulang ke rumah oleh dokter setelah dirawat 4 hari di rumah sakit. Alhamdulillah.
Setelah ini, banyak yang harus diperbaiki dalam hidup kami (sekali lagi: kami!). Terutama aku. Cara kami saling menghadapi dalam keluarga bisa jadi ada yang agak rancu. Tapi dari sana aku sadar bahwa tugas dari seluruh anggota keluarga adalah untuk saling menguatkan; dan bukan sekadar untuk saling melindungi saja, pada saat kita telanjang di dalamnya.

Menjadi keluarga adalah saling memberi kekuatan untuk tumbuh bersama, bukan sendiri-sendiri...

Sore hari menjelang maghrib hujan turun, kudengar adikku Fuadi bilang, "Kasihan penjual-penjual terompet itu, dagangan mereka pasti tidak laku kalau hujan terus turun..."
Ah, betapa bangganya aku menjadi kakaknya. Aku memiliki 3 orang adik yang humanis, dengan caranya masing-masing.
Ari, ketika bersamaku mencari nasi uduk buat Bapak, kuingatkan pada anak-anak kecil penjual balon di mana dia pernah kubawa bergaul. Dan Ari bilang kalau dia masih sering ketemu dengan "teman-temannya" itu.


----

Tak terasa, dua tahun berlalu. Selamat Ulang Tahun, Bapak.
Ingatkan aku. Itu mimpi belum semuanya selesai!