tanah peresapan, tempat semuanya berakhir...
___________________________________

Wednesday, December 03, 2003

Bonus Pagi Hari


Mas EP mulai buka suara, "Coba jelaskan kenapa bisa seperti itu?"
Di pagi itu pun kami dikumpulkan. Dan kami berdua adalah terdakwa.
Mas Eksekutif Produser, Mas AsProd, Mas Presenter, dan dua PA --itulah aku dan Rozak, duduk melingkar berhadapan, kecuali Mas Budi --presenter, yang duduk agak ke belakang.
Rozak bicara sedikit. Sementara aku bertahan tetap diam. Dari pengalaman lalu-lalu, tak ada gunanya membela diri dalam kondisi seperti ini. Dan memang betul.
Secepat Rozak mengakhiri kalimatnya, Mas EP --yang di-amin-kan secara khidmat oleh Mas AsProd-- secepat itu pula meneruskan dakwaannya.
"Saya tidak bisa menerima excuse apa pun. Apapun alasanmu, toh semuanya sudah berantakan. Seperti orang berperang, gak ada itu excuse-excuse-an. Kena tembak, ya mati kamu! Maaf juga tidak berlaku di sini. Ini medan perang. Kamu tidak boleh bilang, maaf saya tidak punya peluru. Ketembak kamu! Mati kamu!"
Tidak seperti biasa kalo dimarahin produser, kali ini aku jadi tidak tega cengengesan.

...
Pagi ini, sarapanku memang agak lain dari biasanya. Stress tingkat tinggi. On-air hari ini berantakan. File missing di server, media-id gak ada, kaset masih di luar saat siaran sudah mulai, bumper sempat freeze beberapa saat, karena berita segmen satu kosong, dan harus menarik berita segmen dua naik ke atas!
Tentu saja rentetan peristiwa sedemikian itu bisa membuat produser dan asprod di stasiun TV manapun jadi naik darah.
...
Aku lagi asyik membandingkan rundown berita pagi RCTI dan SCTV saat aku dengar Mas AsProd teriak-teriak. "Bagaimana mau siaran, kasetnya pada gak ada! Hancur!Segmen dua-ku hancur, Mas...!"
Ternyata yang hancur bukan segmen dua saja, bisa dibilang semuanya!
Ujung-ujungnya, kami lah yang kena getahnya. Sebagai PA (Production Assistant) memang tak ada lagi posisi di bawah kami yang bisa dipersalahkan kalau terjadi trouble seperti ini. Ketidakbecusan kerja berakhir di level kami. Makanya pada saat duduk melingkar di briefeng evaluasi, jawaban atas pertanyaan "kenapa bisa seperti itu?" dibebankan ke mulut kami.

Minggu ini memang tampaknya minggu yang kejam bagiku. Setelah lama tidak melakukan tugas mulia sebagai PA, minggu ini aku harus menjalaninya lagi. Itu karena hampir dua pertiga SDM di lantai ini dikerahkan untuk mensukseskan arus mudik tahun ini, jadi populasi manusia menjadi begitu jarang. Dengan Rozak pula, yang sebelumnya diposkan di Fenomena--dan belum berpengalaman menangani flow berita pagi yang asli menggetarkan jiwa. Hwaawwwwwwwww...

Sejatinya, aku lebih senang tugas luar kantor daripada di BKO-kan seperti ini. Meskipun tanggung jawabnya sama-sama berat. Setidaknya kalo liputan malam di luar, masih bisa tidur di perjalanan kalo ngantuk, atau singgah di Blok M kalo tidak di Sunda Kelapa.
Kalo jadi PA malam, terus terang badan agak sedikit terzalimi. Dalam 2 x 24 jam terakhir ini, tidurku nggak sampai 5 jam. Rozak lain lagi, sudah tiga hari ini dia tidak bisa makan nasi, katanya....

Nanti malam kami berdua masih tugas PA, dan Mas EP sudah mewanti-wanti. Tak ada toleransi kalau masih kejadian seperti itu lagi!

Oh ya, kayaknya untuk sementara mulai besok sudah gak bisa postingan lagi nih. Aku ada niat memanfaatkan compday-ku (bonus hari libur karena masuk kerja di hari libur lain. Kalo kerja pas hari raya, liburnya bisa diganti di hari lain. Atau misalnya jadwal kita libur dan sedang leyeh-leyeh di rumah, tapi karena ada peristiwa penting yang harus diliput, bos berhak meminta kita untuk masuk kantor dan bekerja. Nanti liburnya bisa di ganti lain hari. Nah, di kantorku, itulah yang disebut compday).
Aku sebenarnya sudah mengumpulkan banyak compday, tapi yang legal formal di komputer AE hanya empat hari. Itupun sudah cukup aku syukuri. Kalo dimenej, empat hari itu bisa melar sampai sembilan atau sepuluh hari. Lumayanlah, bisa sedikit mendinginkan otak dari kekejaman deadline dan rush hour.
Jadi kangen pengen jalan lagi. Ada yang mau ikut?

Eh, makasih banyak buat Mbak Tira dan Ibu Syl yang telah menyempatkan waktunya mengobati kecacatan blog-ku ini di sela hari-harinya yang padat, dan membuatnya jadi lebih cantik dibanding sebelumnya. Juga untuk respon teman-teman yang progress. Makasih saja kayaknya gak bakal cukup!
Tetap Semangat.