tanah peresapan, tempat semuanya berakhir...
___________________________________

Saturday, November 08, 2003

Tikus


Tadi pagi seekor tikus kecil memberiku pekerjaan ekstra. Tikus kecil yang lagi lucu-lucunya.
Sudah beberapa hari ini dia terjebak di kamarku, bersembunyi di bawah lemari pakaian. Entah bagaimana dia bisa masuk, karena rasanya tak ada satu pun celah yang bisa dilewatinya.
Kadang-kadang jika pulang tengah malam, sering kupergoki dia bermain-main di sela-sela koleksi kaleng pocari-ku, kemudian berlari panik menabrak apa saja saat aku menyalakan lampu.

Aku sebenarnya sudah berusaha untuk mengeluarkannya dari situ, dengan jalan damai. Pintu sengaja kubuka lebar-lebar, siapa tau dia tergoda untuk keluar dengan baik-baik. Tapi dia tetap saja membandel. Terakhir aku pakai sedikit cara fasis, menyemprotkan obat nyamuk dengan harapan dia teler dan angkat tangan. Tapi dasar tikus gak sekolah! Tak ada bendera putih tanda menyerah.

Mau tidak mau aku terpaksa membongkar lemari, karena itulah satu-satunya tempat persembunyiannya yang tak terpantau. Setelah bersusah payah memindahkan pakaian dan buku-buku (karena tak mungkin membalik lemari dalam keadaan berisi), tikus mungil itu ternyata sudah tak di situ.
Putus asa aku mulai memeriksa apa saja yang mungkin menjadi tempat sembunyinya. Tak lama kudapati dia meringkuk di sudut kamar, di balik kardus kipas angin yang biasa kujadikan tempat sepatu.
Lalu dengan sedikit gerakan shaolin tingkat dasar, aku mengibaskan sapu di tanganku.
Wuiizzz...
Sempat kutangkap ekspresi ketakutan di wajahnya saat dia meluncur tak terkendali melewati pintu. Menabrak tembok sebentar, lalu berlari entah kemana.
Puih! Akhirnya berhasil juga. Selamat jalan, Kawan. Selamat bertemu keluargamu kembali, mereka pasti merindukanmu...

...

Menjelang siang aku baru bangun setelah tidur sekitar empat jam. Pekerjaan membereskan kamar yang porak poranda lumayan menguras tenaga. Apalagi ini bulan puasa, dan hanya mengandalkan sahur sebutir protecal subuh tadi.
Cuci muka sebentar, sekalian ngambil air wudhu buat shalat Zhuhur. Saat berjongkok dekat kran, mataku menangkap sesosok mahluk mungil terkapar di dasar selokan. Tubuhnya basah dan kotor bercampur dengan busa sabun sisa cucian, tak bergerak. Aku mengenalinya, dia tikus yang "berperang" denganku tadi pagi.

Tapi kenapa dia bisa mati?
Padahal aku sama sekali tak berniat untuk membunuhnya, aku hanya ingin kami tidak saling mengganggu. Maafkan... sama sekali gak ada niat untuk menghilangkan nyawamu, Kawan....