tanah peresapan, tempat semuanya berakhir...
___________________________________

Saturday, November 29, 2003

Suatu Pagi, Suatu Ketika

Menurut proyeksi, pagi ini harus ke Kali Adem-Muara Angke lagi. Karena dianggap membandel, korban gusuran yang masih menempati areal itu, rencananya akan diusir paksa oleh lurah setempat. Deadline-nya sampai tanggal 30 besok. Sehari sebelum lebaran kemarin aku sudah sempat ke sana dan membuat personalisasi keluarga Gusuryanto; seorang bayi yang lahir di tengah keputusasaan ibu bapaknya --sehingga ia dinamai seperti itu!

Dulu, menjelang deadline penggusuran warga Tegal Alur di Cengkareng, aku --kalo tidak salah dengan Mbak Ami-- juga kebagian tugas liputan. Datang dengan segepok perabotan lenong dan berlagak seolah-olah kedatangan kami itu bisa menyelamatkan mereka dari penggusuran.
Tapi toh mereka tetap harus pergi, tanpa kami bisa berbuat apa-apa. Kali ini mungkin akan seperti itu lagi.
...
"Kalian liput atau tidak gak ada pengaruhnya bagi kami! Lihat, kami tetap kehilangan tempat tinggal..." kata seorang warga kepada wartawan, di atas puing-puing rumahnya--suatu ketika.
...
Lalu apa gunanya semua "perabotan lenong" kita itu, Kawan?!!!