tanah peresapan, tempat semuanya berakhir...
___________________________________

Sunday, November 02, 2003

PSK Berangkat Kerja


Baru masuk kantor ba'da Zhuhur. Ngantuk banget. Mestinya hari Minggu ini dipake buat istirahat, tapi mengingat naskah dan risetan yang belum selesai, aku mesti bela-belain masuk kantor. Untung dari kosan ke kantor gak jauh, kira-kira sepeminuman teh berjalan kaki.
Tadi ada grafiti baru lagi ditembok gang yang biasa kulewati. Bikin aku jadi ketawa sendiri, sampai bapak-bapak yang lagi nongkrong di depan kios dagangannya jadi melongo melihatku. Tadi malam itu tulisan belum ada. Ditulis gede dengan pilox merah: PSK BERANGKAT KERJA.
Ada-ada saja!
Jadi ingat Prof. Halide. Beliau ini seorang guru besar sekaligus ulama di kampusku dulu. Suatu kali dia pernah terlibat dalam polemik karena statemennya tentang pelacur intelektual.
Kalo gak salah ingat, waktu itu Prof. Halide menulis tentang kaum intelektual (termasuk dosen-dosen di kampus) yang melacurkan dirinya pada kekuasaan dan proyek. Terang saja banyak dosen dan mereka yang menyebut dirinya intelek jadi kebakaran jenggot. Padahal sudah bukan rahasia lagi kalo memang banyak dosen yang gak pernah masuk ngajar karena lebih sibuk ngobyek proyek atau jadi pengurus parpol!
Tapi dipikir-pikir memang betul juga, kadang atas nama kekuasaan dan uang, orang mau saja mengorbankan idealisme dan tanggung jawabnya.
Jangan-jangan --meski sama sekali gak intelek-- aku juga tanpa sadar telah melakukan pelacuran-pelacuran kecil...
(Hehehe. Hari ini, PSK (Pekerja Seks Komersial) ini telat masuk kantor euy!)

Sampai di kantor, melongok sebentar ke lantai 3A, liat acara Qura'ni Kids-nya Majelis Ta'lim Trans. Turun ke lantai news, anak-anak pada senyum-senyum bertanduk ke aku. Apa lagi nih? Hakun nunjukin sesuatu yang ditempel di dinding. Gambar seorang pilot lengkap dengan helm dan pakaian terbangnya. Di atasnya ada tulisan: Pengumuman, korban yang selamat dalam kecelakaan helikopter di Atang Senjana.
Tapi kok latar belakangnya bukan helikopter, tapi pesawat jet tempur? Lho, kok mukanya itu mirip aku sih?
Anjrit! Sialan! (sori... ini kan bulan puasa ya, gak boleh mengumpat...)
Ini pasti kerjaannya si Indra Model. Tadi malam dia memang nunjukin gambar montase itu ke aku, tapi aku gak nyangka kalo dia tega nempel benda itu di seantero kantor. Sampe bela-belain di fotokopi segala. Awas lo, Ndra. One day at my home, aku akan bikin pembalasan yang lebih spektakuler. Hehehehe.
...
Woah! Kayanya hari ini gak lebih progres dibanding kemarin. Risetku belum maju-maju. Susah juga menghubungkan benang-benang masa lalu itu menjadi satu jalinan cerita yang menarik. Padahal aku sudah mati-matian melototin dokumenter di National Geographic dan Discovery Channel buat referensi. Eh, di MTV juga ada yang bagus tuh, VH1, dokumenter tentang orang-orang musik, biasanya sekitar tengah malam gitu.

Kemarin sebenarnya jadwalnya mau ke rumah Pramudya Ananta Toer dan Murad Aidit sama Buyung dan Cahyo, buat silaturrahmi sekaligus ngembaliin buku, tapi kayanya Buyung lagi kecapean jadi terpaksa ditunda dulu. Hari ini sepertinya mesti nunggu komando dulu.