tanah peresapan, tempat semuanya berakhir...
___________________________________

Friday, November 14, 2003

Kenapa Aku Ini?


Terbangun dengan kepala pusing dan pandangan berputar. Masih di duniakah ini?
Aku mereka-reka, mencoba mengingat apa-apa yang kumakan saat sahur tadi. Hanya teringat sekaleng pocari sweat yang kalengnya masih berdiri tegak di samping ranjangku.
Di mesjid samping rumah muadzin mulai memanggil-mangil. Ya Tuhan, perlukah kutunda shalat Jumat hanya karena penglihatan berotasi seperti ini?
Lantas kupaksakan ke kamar mandi, berharap setimba dua timba air bisa mendinginkan kepalaku, dan menghentikan sel-sel sakit kepala di dalamnya berontak.
Agak mendingan, tapi masih susah untuk berdiri tegak.
...
Pernah terjadi seperti ini, tiga atau empat tahun lalu. Tensiku turun sampai 90, dan kolaps di ruang himpunan. Tapi itu saat linting-linting haram dan benda-benda ajaib masih akrab denganku.
Kenapa aku ini?
Atau inikah efek dosa yang tak terampunkan itu, Tuhan?