tanah peresapan, tempat semuanya berakhir...
___________________________________

Saturday, November 15, 2003

Arus Mudik


Berbeda dengan Sabtu yang biasa, kantor ramai sekali kali ini. Ada yang sudah siap dengan traveling bag, lengkap dengan kacamata hitam model matrix, ciri-ciri standar orang yang mau pergi jauh. Teman-teman mengerubuti seorang bocah di gendongannya Fitri. Lucu sekali, seperti bule. Anaknya Fahrul ternyata. Fahrul yang akrab dipanggil "ayah" ini rupanya membawa putranya untuk melepas keberangkatannya.

Hari ini kru liputan "Pulang Kampung" diberangkatkan ke lokasi tugas masing-masing. Sekitar 28 orang akan disebar di beberapa titik penting arus mudik. Yang aku tahu pasti di Nagrek dan Palimanan akan dijadikan lokasi live reporting, ditambah lokasi lain yang disesuaikan kemudian.
19 hari di lapangan, pasti akan sangat melelahkan. Lupakan angan-angan berlebaran di rumah. Nggak ada cerita! Sampai H plus 10, mereka masih akan di sana.

Bila suatu hari kau melewati jalur arus mudik, dan kau lihat sekelompok orang sibuk menggotong kamera dan memegang mike seperti berbicara entah kepada siapa, jangan ragu-ragu, beri sapa dan sedikit senyum kepada mereka. Bisa jadi dia temanku.