tanah peresapan, tempat semuanya berakhir...
___________________________________

Monday, October 06, 2003

Yang Terlintas di Pagi Hari


Tadi subuh aku memimpikan Uce'. Adikku itu masih tetap teguh dengan perlawananannya. Bukan mimpi yang aneh sebenarnya, karena dia memang selalu menolak tunduk pada apapun yang dianggapnya tidak benar. (Tentang dia akan kuceritakan lebih banyak di sini)
Tapi aneh saja bagiku, karena sudah lama aku tidak memimpikan keluargaku. Dan tiba-tiba saja Uce' muncul di alam mimpiku. Dia saudaraku yang paling dekat beberapa tahun belakangan ini, karena kami tinggal sekamar di kos-an, sampai aku hengkang dan merantau ke Jakarta.
Ternyata, Bapak dan Emakku ada di Makassar seharian tadi, dan baru balik ke Bone pas maghrib. Pantas saja aku merindukan mereka semua. Tadi di telpon Uce' juga cerita kalau dia pengen segera nikah!
...
Hari ini betul-betul melelahkan. Aku liputan sama Mbak Adit ke PN Jaksel. Liputan Budi Han! Tadi itu sidang putusan hakim atas keterlibatannya dalam penyebarluasan VCD bugil Rachel dan kawan-kawan. Hampir enam jam menunggu, dan sidangnya baru dimulai jam 3 sore! Aku agak heran juga dengan proyeksi liputan hari ini. Biasanya sih yang kayak gini jadi bagiannya infotainment. Tapi entah kenapa kok kami bisa terselip di situ. Padahal dari infotainmen di stasiun tempatku bekerja juga sudah nongol di situ.
Hasilnya ricuh! Dua pot bunga pecah, dan wartawan infotainment itu pada ngamuk-ngamuk karena nggak diizinkan wawancara dengan Budi Han.
Dan seperti biasa, selain pulang membawa liputan, aku juga membawa migren pulang ke kantor.

--pic banner film India di atas dicontek dari blog-nya Mbak Shanty: sori, warnanya lucu sih...--