tanah peresapan, tempat semuanya berakhir...
___________________________________

Wednesday, October 08, 2003

Sori! Sori! Sori!

(kali ini gak ada pic... lagi sedih nih!)
Asli hancur!! Gambar liputanku redish, gak tertolong lagi dah!
Bener-bener gak layak tayang! Padahal liputannya bagus. Tentang bakal korban penggusuran di Tegal Alur, Cengkareng. Personalisasi keluarga Pak Boniran yang menurut Walikota Sarimun bakal digusur tanggal 15 yang akan datang.
Aku jadi gak enak sama Mbak Ami dan produser. Mbak Ami ingin sekali berita ini bisa tayang besok agar bisa sedikit menggugah hati pemerintah untuk tidak main gusur sembarangan.
Pak Boniran, seorang di antara ratusan KK yang bakal jadi korban kebijakan itu, hanya mengeluhkan kenapa penggusuran ini dilakukan menjelang bulan Ramadhan yang tinggal beberapa minggu lagi.

Tapi itu tadi, gambarnya hancur. Tidak semua sih, hanya sekuen di dalam rumahnya saja merah, selebihnya normal. Tapi inti beritanya di situ, karena soundbite-nya aku ambil di dalam rumah itu. Sebenarnya bisa dihindari seandainya aku tidak ngotot memaksakan buat ngambil gambar dengan cahaya under seperti itu.
Bener-bener tak termaafkan!

Aku sudah menghadap ke Mas Dayat buat menjelaskan kejadiannya, dan beliau mau memahami.
"Ya sudahlah," kata Mas Dayat, "mau diapa lagi kalau memang begitu. Untung mood gue lagi bagus, habis liburan sih..."
Aku lega Mas Dayat tidak marah, tapi tetap saja aku merasa bersalah.