tanah peresapan, tempat semuanya berakhir...
___________________________________

Thursday, October 30, 2003

Seperti Kupu-Kupu

Pagi ini sekawanan kupu-kupu yang sedang bermigrasi melintas di depan kantor. Konvoinya panjang dan berwarna kuning cerah. Dari lantai 3 tempatku bermarkas, kelihatan indah sekali dengan latar para pekerja yang sedang memasang besi beton di proyek gedung depan kantor.
Ribuan mungkin ada. Beberapa orang temanku menghentikan pekerjaannya dan sejenak menikmati pemandangan yang jarang-jarang itu.
Kata seorang temanku, sebentar lagi pasti akan banyak ulat. Karena kupu-kupu ini cuma bisa bertahan beberapa hari, dan mereka butuh regenerasi.

Tentang ulat yang menjadi kupu-kupu, aku teringat pada cerita seorang kawan.
Konon, suatu hari seseorang sedang mengamati kepompong yang bermetamorfosa. Ketika dilihatnya seekor mahluk tampak sangat susah payah keluar dari lubang kepompong yang kecil dan sempit itu, dia merasa kasihan. Lantas dia mengambil gunting, dan merobek kepompong itu agar makhluk lucu itu bisa leluasa keluar dari kepompongnya.
Calon kupu-kupu itu akhirnya bebas. Dan orang itu senang, karena merasa telah menolong seekor makhluk mencapai kehidupannya.
Tapi dia tak tahu, makhluk mungil itu ternyata tak pernah benar-benar menjelma kupu-kupu. Tubuhnya tetap gembung dan sayapnya mengkerut, tak bisa mengembang. Sepanjang hidupnya dia hanya merangkak dan tak pernah bisa terbang!

Orang itu tak tahu, kalau lubang kecil di kepompong itu adalah keniscayaan alam untuk memaksa cairan kepompong meresap ke dalam sayapnya, sekaligus menguras cairan-cairan racun yang tak diperlukannya untuk tumbuh. Itu skenario Allah untuk membuat calon kupu-kupu itu pada akhirnya menjadi kupu-kupu.
..
Cerita tentang kupu-kupu ini suatu kali dikutip kembali oleh AA Gym dalam sebuah acara di TV swasta. Kata beliau, seperti kupu-kupu itu, bulan Ramadhan ini adalah kepompong kita. Jika cobaannya terasa sangat berat, maka percayalah, itu adalah cara Allah untuk membuat kita menjadi manusia yang sebenarnya. Yang kuat dan tidak cengeng.
Selamat menjadi kupu-kupu!