tanah peresapan, tempat semuanya berakhir...
___________________________________

Thursday, October 02, 2003

Semakin Mendekati Binatang


Mau dan bersedia mengambil pelajaran dari binatang adalah salah satu ciri kerendahan hati seorang manusia. Tapi berkelakuan seperti binatang tentu saja lain lagi soalnya.
Disney begitu terkenal karena sukses menghadirkan sifat manusia ke dalam sosok binatang, atau sebaliknya. Sekedar menyebut contoh, Mickey dan Donald. Keduanya ikon Disney, dan keduanya binatang. Mereka berhasil muncul sebagai simulakrum yang tak tanggung-tanggung menyihir dunia nyata kita.
Para jagoan dari negeri antah berantah juga seringkali terinsipirasi oleh binatang. Lihatlah Batman dengan jubah kelelawarnya, atau Phantom yang menisbatkan dirinya sebagai perwujudan sepuluh tenaga singa.
Pendekar dari kuil shaolin juga banyak menimba ilmu dari perangai binatang, rajawali misalnya. Dalam khasanah lokal, kita pun mengenal Wiro Sableng yang punya jurus "Kunyuk Melempar Buah".

Tipis sekali memang, batasan antara mengambil pelajaran dari dan berkelakuan seperti binatang. Kita sebagai mahluk terkemuka, telah dikarunia Allah kemampuan untuk menyerap apapun di sekitar kita dengan tujuan untuk mempertegas eksistensi kemanusiaan kita. Maka tak salah bila kitab suci memperingatkan; manusia yang kerjanya hanya menuruti hawa nafsu, maka derajatnya akan diturunkan menjadi sejajar dengan binatang!
Dalam hal ini, tarafnya tentu saja menjadi berkelakuan seperti.

"........"
Kalo ada kesempatan, tontonlah infotainmen mutakhir. Ada kabar perseteruan dua penyanyi dangdut pendatang baru berinisial NK dan DP. Konon, karena goyangan mereka berdua yang aduhai seperti ular meliuk-liuk dianggap serupa, mereka mempermasalahkan mengenai siapa sesungguhnya di antara mereka yang lebih berhak menyandang gelar sebagai Ratu Melata!