tanah peresapan, tempat semuanya berakhir...
___________________________________

Saturday, September 20, 2003

Buku-buku Baru Dari Masa Lalu


Libur oi!
Jalan-jalan ke Gramedia. Senang sekali melihat buku-buku masa kecilku diterbitkan kembali. Dulu tidak semua buku itu bisa aku beli. Kebanyakan hanya bisa liat iklannya doang di Majalah Bobo.
Ada Emil si anak badung dari Lonneberga, Pippi Si Kaus Panjang, dan the amazing book; Totto-chan, Gadis Cilik di Jendela!
Totto-chan aku beli, karena rasanya buku itu yang masih relevan dengan usiaku sekarang. Tapi aku ada niat jika sudah berkeluarga nanti, buku-buku lainnya itu akan kubelikan buat anak-anakku. Semoga diberi jalan. Amin.
Oya, tadi sempat liat Winnetou-nya Karl May juga.

Sempat baca setengah buku Totto-chan tadi sebelum ke kantor. Asyik benar kalo ada yang bikin sekolah kayak sekolahnya Pak Kobayashi itu. Tapi dapat izin nggak ya dari Depdiknas? Eh, kalo nggak salah tempo hari sempat baca di blog-nya Mbak Neenoy tentang sekolah alam di Jawa Barat. Kita doakan moga-moga bisa survive.

Jadi teringat sama Bang Muhary, yang mengeluarkan putrinya dari sekolah karena merasa putrinya tidak mendapat pendidikan di situ, melainkan ketakutan dan rasa tertekan. Inna --Inna Ana Syahidah, lengkapnya-- suatu hari pulang ke rumah dengan menangis. Seorang guru telah menyakiti gadis kecil yang periang itu. Suatu hari yang lain, Inna pulang dan bertanya pada ibunya, "Ibu, kenapa guru perempuan merokok?"
Maka rasanya wajar jika Bang Muhary mengambil keputusan itu. Meskipun mungkin agak sulit dipahami oleh kami yang terbiasa diperbudak sistem. Terlalu dipaksa kompromi dengan keadaan yang sebenarnya menyakitkan, tapi dibuat seolah-olah menyenangkan.
Barangkali dengan Sekolah Alam itu, tidak perlu ada Inna lain yang merasa tidak mendapat tempat di lahan pendidikan kita.